Jumat, 21 Agustus 2026Portal Berita Digital
Nasional

OTT Rektor Unsoed Terkait Seleksi Mahasiswa Kedokteran

redrum-34 · 21 Aug 2026 04:43

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Rektor dan Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), diduga berkaitan dengan pengondisian penerimaan mahasiswa baru kedokteran.

Jakarta, REDRUMNEWS1 -- Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Rektor dan Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) diduga berkaitan dengan pengondisian penerimaan mahasiswa baru kedokteran.

"Dugaan adanya pengondisian penerimaan mahasiswa baru (kedokteran)," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Jumat (21/8).

Dalam OTT di wilayah Purwokerto, Kamis (20/8), Jawa Tengah, KPK menangkap 14 orang. Sebanyak 12 orang ditangkap di Purwokerto dan dua orang lainnya di Jakarta.

"Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Budi menuturkan dua orang yang ditangkap di Jakarta langsung dilakukan permintaan keterangan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Sedangkan 12 orang yang diamankan di Purwokerto menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas.

Selanjutnya, tujuh orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk permintaan keterangan lebih lanjut.

"Sehingga sampai dengan saat ini pihak-pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut dan sedang menjalani permintaan keterangan di KPK total sejumlah 9 orang," ucap dia.

"Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah," lanjut Budi.

KPK menyayangkan dugaan korupsi di sektor pendidikan ini karena dapat berpengaruh besar terhadap penanaman nilai dan karakter.

"Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," kata Budi.